Ia tentu senang, sang anak bisa mendapatkan pengalaman bertanding di luar Negeri dan belajar cara bermain sepak bola yang benar.
“Saya hanya bisa mendukung apa yang menjadi cita-cita anak saya, meskipun saya hanya seorang penjual lalapan,” kata Dayat.
Dayat selalu memberikan nasehat kepada Ashraf bahwa jangan pernah kecil hati meskipun ayahnya hanya seorang penjual lalapan.
“Jangan pernah berhenti bermimpi meskipun kita bukan orang berada nak,” kata Dayat.
Sedikitnya 30 anak dari sekolah Sepakbola Bangkalan Soccer Academy (BSA) Kelompok Usia (KU) 11 tahun dan KU 12 tahun yang akan berlaga di turnamen berskala internasional bertajuk, ‘JSA International NFDP Master Open’ di JSA Arena.



