“Berdasarkan hasil studi, abrasi di Pantai Tlangoh mencapai tujuh meter per tahun,” ujar Sr Manager Regional Indonesia Timur PHE WMO, Sigit Dwi Aryono.
Di saat yang sama, kawasan pesisir Desa Tlangoh juga dibebani persoalan sampah. Timbunan sampah di wilayah pesisir tercatat mencapai 1.488 meter kubik per hari. Kombinasi abrasi dan pencemaran tersebut membuat Desa Tlangoh kehilangan potensi ekonomi, khususnya dari sektor pariwisata.
Menjawab tantangan tersebut, PHE WMO menerapkan konsep One Belt One Road (OBOR) sebagai strategi sinergi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir utara Kabupaten Bangkalan. Konsep ini menitikberatkan pada empat dimensi utama, yakni lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial.



