“Inovasi yang kami lakukan adalah hexa reef, struktur buatan berbentuk segi enam yang ditanam di bawah laut sebagai pengendali abrasi,” jelas Sigit.
Berbeda dengan pemecah gelombang konvensional yang dipasang di bibir pantai, hexa reef bekerja dengan memperlambat arus bawah laut dan menahan pasir agar tidak terbawa ombak. Hexa reef pertama ditanam pada 2023, dan hingga kini sebanyak 390 ton telah terpasang di perairan Pantai Tlangoh.
Hasil studi tahun 2025 menunjukkan dampak signifikan. Terjadi sedimentasi atau akresi yang memperlebar garis pantai. Dalam rentang analisis data 2016–2025, segmen 280–300 menunjukkan tren akresi mencapai lima meter.



