“Masak medali PON XXI Aceh-Sumut, padahal kan acaranya sudah selesai. Kami membayar lebih dari Rp 500.000 untuk mengikuti kejuaraan ini, tapi hadiahnya seperti ini. Kalau peserta minimal 1.000 orang, panitia menerima uang minimal Rp 500 jutaan, belum lagi sponsor,” ungkap Sugeng, Sabtu (16/11/2024).
Kejuaraan ini disponsori oleh beberapa merek besar, seperti Polytron, SIMS, TUSAH, dan Haus. Beberapa orang tua dan pelatih taekwondo juga menyatakan keberatan atas penggunaan medali tersebut.
Penjelasan Panitia dan KONI Pusat
Menanggapi keluhan ini, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tb Lukman Djajadikusuma menyatakan bahwa penggunaan medali mirip PON XXI Aceh-Sumut bertujuan untuk menjaga euforia pasca-PON.



