“Tahun ini anggaran kita hanya sekitar Rp1,5 miliar. Namun keunggulan kita ada pada atlet yang sudah tersedia, pelatih yang siap, serta sarana yang cukup mendukung,” ujar Tajul.
Ia menambahkan, kondisi tersebut justru lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Saat itu, meskipun anggaran relatif lebih besar, namun ketersediaan atlet dan pelatih masih menjadi kendala.
“Dulu anggaran ada, tapi atlet masih harus mencari, pelatih juga belum maksimal. Sekarang kita lebih siap dari sisi sumber daya manusia,” imbuhnya.
Melalui raker ini, KONI Bangkalan berharap seluruh cabor dapat menyusun program kerja yang terarah dan terukur, sehingga mampu meningkatkan prestasi serta bersaing secara optimal di Porprov Jatim 2027.



